Tahun Baru 2014, Terompet dan Kembang Api

Kembang Api dan Trompet menjadi barang pelengkap menyambut tahun baru. Rasanya kurang meriah apabila kedua assesoris ini tidak melekat pada diri warga ketika melepas tahun lama. Para pedagang sejak seminggu sebelum tibanya tahun baru sudah menjajakan dagangan alat tiup dan alat peletup api. Mereka menjual dagangan melalui cara door to door di lingkungan perkampungan. Ada juga penjual musiman ini yang menjajakan alat kelengkapan itu di lampu merah dengan sasaran pengendara mobil atawa motor (anaknya).  Ketika tahun baru tinggal hitungan jam, maka penjaja menyerbu tempat tempat hiburan. Terompet dan kembang api harus habis sebelum pukul 00.00. Apabila dagangan tidak laris manis maka sipedagang akan rugi karena Trompet dan kembang api itu khusus untuk perayaan tahun baru. Setelah tahun baru lewat itu Trompet dan Mercon jadi basi.

Gubernur Jakarta membangun puluhan panggung hiburan di sepanjang Jalan Sudirman. Tempat tempat hiburan dengan layanan plus seperti Ancol, Taman Mini dan Monas menyajikan pesta kembang api alias mercon seberat puluhan ton. Langit Jakarta akan meriah berbinar binar dihiasi cahaya indah kembang api yang susul menyusul. Ketika hitungan mundur mulai di kumandangkan,..10, 9. 8, 7……….Teng !!! 1 Januari 2014 telah tiba, maka tiupan trompet akan semakin menggema memenuhi alam semesta.

Nah terus apa perbedaaan antara Trompet dengan Kembang api.

Yang mau malam tahun baruan. Hati2 niup terompet. Soalnya terompetnya udh dicicipin tukang terompet berkali2. Hiiii..

Awak terpingkal pingkal membaca pesan ini. langsung saja awak jawab :

Siapin betadine sebelum meniup trompet , olesin ujungnya sedikit aja agar ngak ketularan,……hehehehehe

Tentu saja tulisann ini tidak bermaksud mengurangi rasa hormat kepada saudara saudara kita penjaja trompet. Thats only joke, Tidak ada bahaya penyakitmenular itu, silahkan beli trompet sebanyak banyaknya. Semoga di Tahun Baru 2014 trompet semakin laris seperti pepatah orang melayu : Gadis manis tanjung kimpul barang laris duit ngumpul.

Kesimpulannya bahwa trompet itu memang harus di coba dulu sebelum di jual. Dicoba maksudnya untuk di test apakah trompet itu mengeluarkan suara atau tidak. Kalau ngak ada bunyi keras preeeetttt maka bukan trompet namanya tetapi sompret.

Yes trompet sebelum di jual di coba dulu, nah kalau mercon……. ? haahahahahahaha

*********

Salam salaman Tahun Baru

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: